Hari kelahiran Pancasila ini adalah tanggal 1 Juni 2026.
Di hari ini saya justru bertanya-tanya.
Apa yang diperingati? Siapa yang memperingati?
Apakah negara melakukan upacara yang menggunakan anggaran negara dan para ‘pelayan rakyat’ tersebut malah scroll-scroll untuk mencari tempat staycation berikutnya?
Banyak formalitas dan selebrasi di ‘negara’ku ini.
Pancasila adalah dasar sebelum Undang-undang Dasar.
Jadi, apa yang terkandungnya sangatlah fundamental.
Namun, kembali lagi, itu untuk siapa yang meng’amin’i nya.
Sudahlah, saya ga mau sok-sok an paling Pancasila.
Toh yang paling Pancasila, ya Ormas yang satu ini. hehehe 🙂
Saya juga tidak perlu menyebutkan sila-nya satu per satu.
Tujuan saya menulis cuma Brain Dumping aja, kalo opini itu juga dianggap kentut oleh para pemegang kontrol instansi.
Cuma, nih gini ya. Misal sila ke… (Ga usah bahas yang Keadilan Sosial-lah ya, hehe, hanya bisa menunggu Ratu Adil kalo mau adil di negara ini.)
Sila yang mengenai Persatuan Indonesia deh.
Apa yang di persatukan? Bahasanya atau kurs rupiahnya? Atau “aturan mainnya”, definisi persatuan di sini bisa bermakna ganda dan dapat dipermainkan oleh para makhluk yang menjabat.
Dengan dalih mempersatukan Indonesia, suatu area, wilayah atau alam di regional tertentu dapat serta-merta “dicaplok” untuk kepentingan Indonesia itu sendiri. Ya, seperti yang kita bisa lihat, saudara-saudari kita yang tanahnya direnggut atas nama pembangunan nasional di Sumatera, Sulawesi dan Papua.
Para segelintir manusia psikopat yang menjabat dapat membabat habis apa yang mereka rasa pantas. Itulah yang terjadi, bila makna Persatuan Indonesia dia telan sebagai Tanah Kosong yang juga dia bisa ambil karena merupakan daerah yang termasuk dalam Undang-Undang secara De Jure.
Lalu, warga protes, warga menerima keadaan, warga membiarkan urusan negara diurus oleh para pejabat setingkat daerah yang sama-sama psikopat, nah di sanalah ia bisa menggunakan Sila ke-4. Ada kata kunci “Musyawarah dan Mufakat” di situ.
You know lah, asal kan semua bisa lewat jalur “Musyawarah” hehe selesai sudah urusan, izin konsesi dilegalkan, habislah habitat para hewan, tanaman di daerah tersebut karena AKIBAT HANYA SEGELINTIR MAKHLUK. (Punten di Capslock :))
Ya, udah mau magrib. Sekian renungan twilight kali ini.
Salam Pancasila!
#STOPBAYARPAJAK
(Tapi bolehlah parkirnya booossss….Priiitt priiit priiiitt).
In Memoriam Pak Abdul Hamid Ogah
